Hipotesis
Pengertian Hipotesis
Hipotesis adalah usulan keterangan untuk
gejala.
Dalam metode hipotetik-deduktif,
hipotesis sebaiknya falsifabel, berarti bahwa mungkin bahwa itu bisa
diperlihatkan bahwa itu adalah salah, biasanya oleh pengamatan.
Sebagai contoh, seorang pembaca yang
menemukan artikel yang bermutu tinggi di Wikipedia mungkin membentuk hipotesis
bahwa artikel Wikipedia hanya bisa diredaksikan oleh sangat memenuhi syarat
profesor dengan Ph.D lipat ganda. Ini bisa dianggap sebagai hipotesis, karena falsifabel;
bisa disalahkan dengan menyadari bahwa siapa saja bisa meredaksikan artikel
Wikipedia, menggunakan pautan "Sunting halaman ini" di atas semua
halaman. Suatu eksperimen sehubungan dengan ini adalah dengan mengklik pautan
itu, meredaksikan halaman, dan menyimpannya. Jika halaman yang diganti muncul,
dan anda tidak mempunyai ini Ph.D ganda, hipotesis anda disalahkan, dan
eksperimen berakhir.
Cara Membuat Hipotesis Yang Baik
Membuat Hipotesis yang Baik
Persyaratan untuk Membuat Hipotesis yang
Baik yaitu :
- Berupa pernyataan yang mengarah pada
tujuan penelitian dan dirumuskan dengan jelas.
- Berupa pernyataan yang dirumuskan
dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris.
Menunjukkan dengan nyata adanya hubungan
antara dua variabel atau lebih.
- Berupa pernyataan yang dikembangkan
berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya
dan didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil
penelitian yang relevan.
Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi
menjadi tiga
1. Hipotesis penelitian / kerja:
Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah
yang sedang dikaji.
Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap
benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui
pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama
melakukan penelitian.
Misalnya: Ada hubungan antara krisis
ekonomi dengan jumlah orang stress
2. Hipotesis operasional: Hipotesis
operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif.
Artinya peneliti merumuskan Hipotesis
tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan
obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar
setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan
Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis
disebut Hipotesis nol (H0).
H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara
krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
3. Hipotesis statistik: Hipotesis
statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam
bentuk notasi statistik.
Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan
pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).
Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0
Berikut
ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :
–
Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel
Hipotesis
harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus
dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala
tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang
satu membawa perubahan pada variabel yang lain.
–
Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis
harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat
dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.
–
Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan
Hipotesis
tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam
beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus
berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu
pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus
sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh
karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian
sebelumnya.
–
Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu
hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat
deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan
apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.
Menguji
Hipotesis
Suatu
hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa
yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi
empiris yang memberi data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data,
selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis , apakah harus menerima atau
menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau
membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan
menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat
ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan
memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk
mencari kebenaran.
Sumber:
http://lirikansibuta.blogspot.com/2010/04/pengertian-hipotesis.html
http://lirikansibuta.blogspot.com/2010/04/pengertian-hipotesis.html
https://gultomhans.wordpress.com/2013/06/10/hipotesis-penelitian-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar